Showing posts with label mula. Show all posts
Showing posts with label mula. Show all posts

Monday, December 16, 2013

Sejarah Asal Mula Kacamata

Coba bayangkan jika kamu atau temanmu yang mempunyai gangguan penglihatan (minus/ plus) tidak menggunakan kacamata. Wah, pasti akan sulit yah untuk melihat benda-benda yang jauh/ dekat. Kacamata merupakan salah satu penemuan terpenting dalam sejarah kehidupan umat manusia. Seperti apa sih, asal mula ditemukanya kacamata? Yuk kita cari tahu…

Sejarah Asal Mula Kacamata


Peradaban Islam telah mengenal dan menemukan lensa lebih awal tiga ratus tahun dibandingkan masyarakat Eropa. Lensa juga dikenal pada beberapa peradaban seperti Romawi, Yunani, Hellenistik dan Islam. Pada waktu itu, lensa-lensa tersebut tidak digunakan untuk perbesaran, tapi untuk pembakaran. Caranya dengan memusatkan cahaya matahari pada fokus lensa/titik api lensa.

Kacamata pertama kali ditemukan sekitar 3000 tahun yang lalu oleh bangsa di kota tua Niniwe, dimana pada waktu itu fungsinya adalah sebagai kaca pembesar. Bahan yang digunakan juga bukanlah lensa kaca melainkan batu Kristal. Perkembangan kacamata kemudian baru melesat pada abad XII di Cina dan Eropa. Ketika itu, Bangsa Yunani kuno menggunakan bola kaca berisi air sebagai kaca pembesar.

Kemudian pada tahun 1268 Roger Bacon, seorang ilmuan berkebangsaan Inggris, menemukan kacamata baca. Dan pada tahun 1300-an kacamata mulai diproduksi dengan pusat pembuatan di Venesia. Tapi kacamata saat itu belum seperti sekarang. Kualitas lensanya sederhana, dan pemakaiannya juga merepotkan.

Berbagai macam percobaan dilakukan untuk menemukan cara terbaik dan teraman mengenakan kacamata. Ada yang memasang lempengan logam panjang yang dipasang mulai dari batang hidung hingga kebagian tengah kepala lalu turun ke bagian leher. Ada yang memasang rantai kecil pada kedua sisi kacamata dan diikatkan dibagian belakang kepala, seperti kacamata renang, ada lagi yang mengaitkan kacamata pada topi.

Ada yang ditempelkan di batang hidung sehingga si pemakainya harus terus memeganginya. Hingga pada akhirnya pada tahun 1727, tercetuslah ide untuk memasang tangkai sehingga kacamata dapat dikaitkan di telinga. Perkembangan selanjutnya, pada tahun 1784 Benjamin Franklin berhasil menemukan kacamata bifokus yang memiliki lensa cembung dan lensa cekung dalam satu bingkai.

Hingga tahun 1884 masih juga dihasilkan lensa bifokus yang dibuat dari potongan-potongan, meski sudah berperekat. Barulah pada tahun 1908 dan 1910 dikenal lensa cembung cekung yang benar-benar menyatu dalam satu lensa.

Sejarah Asal Mula Kacamata

Kacamata abad 18
Materi lensa pun turut berkembang, yang mula-mula dari kuarsa,selanjutnya dibuatlah lensa kaca. Pada tahun 1970 ditemukan lensa bahan plastik sebagai bahan lain untuk pembuatan lensa kacamata. Akhirnya semakin banyak orang yang menggunakan kacamata dan kacamatapun berkembang dengan berbagai jenis model framenya.

Sunday, October 27, 2013

Cerita Rakyat Indonesia Asal Mula Nama Palembang

Cerita Rakyat Indonesia Asal Mula Nama Palembang - Memang banyak sekali kisah yang terjadi di Indonesia dimana setiap nama tempat tinggal seperti daerah mempunyai cerita misteri dan juga ada cerita yang sangat seru di balik nama tersebut di kemukakan hingga saat ini. Zaman dulu memang banyak sekali cerita hingga menjadi misteri keberadaannya, benar apa tidak untuk cerita asal mula nama palembang tetapi cerita ini sudah tumbuh subur di kalangan masyarakat palembang.


Dan menjadi cerita turun-temurun hingga cucu-cucu yang saat ini hidup, maka cerita ini kami lestarikan di blog ini supaya anda yang belum mengetahui tentang cerita rakyat asal mula nama palembang anda bisa membaca disi seru banget sobat, untuk cerita rakyat indonesia dimana banyak sekali misteri, yang ada di cerita ini. Untuk itu langsung saja baca di bawah ini Asal Mula Nama Palembang.


Pada zaman dahulu, daerah Su­matra Selatan dan sebagian Pro­vinsi Jambi berupa hutan belan­tara yang unik dan indah.Puluhan su­ngai besar dan kecil yang berasal dari Bukit Ba­ris­an, pegunungan sekitar Gunung Dempo, dan Danau Ranau mengalir di wila­yah itu. Maka, wilayah itu dikenal dengan nama Ba­tanghari Sembilan. Sungai besar yang meng­alir di wilayah itu di antaranya Sungai Komering, Sungai Lematang, Sungai Ogan, Su­ngai Rawas, dan beberapa su­ngai yang ber­­mu­ara di Sungai Musi.Ada dua Su­ngai Musi yang ber­muara di laut di da­er­ah yang ber­dekat­an, yaitu Sungai Musi yang me­­lalui Palembang dan Sungai Musi Ba­nyuasin agak di sebelah utara.

Karena banyak sungai besar, dataran ren­dah yang melingkar dari daerah Jambi, Su­ma­tra Selatan, sampai Provinsi Lam­­­pung merupakan daerah yang banyak mem­­­­pu­nyai da­nau kecil. Asal mula danau-danau kecil itu ada­lah rawa yang di­ge­nangi air laut saat pasang. Sedangkan kota Palem­bang yang dikenal sekarang me­­nu­rut se­­jarah adalah sebuah pulau di Su­ngai Me­layu. Pulau kecil itu berupa bu­kit yang di­­beri nama Bukit Seguntang Mahameru.

Keunikan tempat itu selain hutan rim­ba­­nya yang lebat dan banyaknya danau-danau kecil, dan aneka bunga yang tumbuh subur, sepanjang wilayah itu dihuni oleh seorang dewi bersama dayang-dayangnya. Dewi itu disebut Putri Kah­yangan. Sebenarnya, dia bernama Putri Ayu Sundari. Dewi dan dayang-dayang­­nya itu mendiami hutan rim­ba raya, lereng, dan puncak Bukit Baris­an serta ke­pulauan yang sekarang dikenal dengan Ma­laysia. Mereka gemar da­tang ke daerah Batanghari Sembilan untuk ber­cengke­rama dan mandi di danau, sungai yang jernih, atau pantai yang luas, landai, dan panjang.

Karena banyaknya sungai yang ber­­muara ke laut, maka pada zaman itu para pe­layar mudah masuk melalui sungai-sungai itu sampai ke dalam, bah­kan sampai ke kaki pe­gunung­an, yang ter­nyata dae­­rah itu su­bur dan makmur. Maka ter­jadi­­lah ko­muni­­ka­si antara para pe­dagang ter­masuk pedagang dari Cina de­ngan pen­­­duduk setempat. Daerah itu men­jadi ramai oleh per­da­gang­an antara pen­duduk setempat denga­n pe­dagang. Akibat­nya, dewi-dewi dari kah­yangan merasa ter­gang­gu dan men­cari tempat lain.

Sementara itu, orang-orang banyak datang di sekitar Sungai Musi untuk mem­buat rumah di sana. Karena Sumatra Sela­tan merupakan dataran rendah yang be­rawa, maka penduduknya membuat rumah yang disebut dengan rakit.

Saat itu Bukit Seguntang Mahameru menjadi pusat perhatian manusia karena tanahnya yang subur dan aneka bunga tubuh di daerah itu. Sungai Melayu tempat Bukit Seguntang Mahameru berada juga menjadi terkenal.Oleh karena itu, orang yang telah ber­­­­mukim di Sungai Melayu, terutama pen­duduk kota Palembang, sekarang me­nama­kan diri sebagai penduduk Sungai Melayu, yang kemudian berubah menjadi pen­duduk Melayu.

Menurut bahasa Melayu tua, kata lembang berarti dataran rendah yang ba­nyak digenangi air, kadang tenggelam kadang kering. Jadi, penduduk dataran ting­gi yang hendak ke Palembang sering me­ngatakan akan ke Lembang. Begitu juga para pendatang yang masuk ke Sungai Musi mengatakan akan ke Lembang.

Alkisah ketika Putri Ayu Sundari dan pengiringnya masih berada di Bukit Segun­tang Mahameru, ada sebuah kapal yang mengalami kecelakaan di pantai Sumatra Selatan. Tiga orang kakak beradik itu ada­lah putra raja Iskandar Zulkarnain. Mere­ka selamat dari kecelakaan dan terdampar di Bukit Seguntang Mahameru.

Mereka disambut Putri Ayu Sundari. Putra tertua Raja Iskandar Zulkarnain, Sang Sa­purba kemudian menikah dengan Putri Ayu Sundari dan kedua saudaranya me­nikah dengan keluarga putri itu. Karena Bukit Seguntang Mahameru ber­diam di Sungai Melayu, maka Sang Sa­purba dan istrinya mengaku sebagai orang Melayu. Anak cucu mereka kemudian ber­­­kem­bang dan ikut kegiatan di daerah Lem­bang. Nama Lembang semakin terke­nal. Kemudian ketika orang hendak ke Lembang selalu mengatakan akan ke Pa­lem­bang.dalam bahasa Melayu tua menun­juk­kan daerah atau lokasi. Per­tum­buh­an ekonomi semakin ramai. Sungai Musi dan Su­­­­ngai Musi Banyuasin menjadi jalur per­dagangan kuat terkenal sampai ke negara lain. 

Penulis: M.B. Iman Santoso. 
source : http://ceritarakyatnusantara.com/id/folklore/107-asal-mula-nama-palembang


Cerita Rakyat Indonesia Asal Mula Nama Palembang yang kami sampekan diatas semoga menjadi motivasi dan renungan buat kita semua, sehingga kita ambil hidaya di cerita asal mula nama pelambang tersebut, dengan melestarikan budaya dan adat istiadat kota tersebut. Untuk bisa menjadikan kota palembang lebih baik lagi kedepanya oke.